
aku adalah debu terabaikan
tiada yang sanggup menggengamku erat
karena aku adalah debu jalanan
semakin digengam semakin terbuang
terbang bersama angin
bebas singgah dimana saja
tiada arah dan tujuan
takdirlah yang membawa langkahku
aku adalah debu yang dapat sesakan dada
menghancurkan raga dan melemahkannya
debu tetaplah debu saat ada akan dibersihkan
tak di inginkan dan akan selalu begitu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar