Hatiku pilu bagaikan teriris pedang bermata dua disaat dirimu mengatakan tidak bisa menerima diriku sebagai kekasih hatimu. Kenapa begitu lama dirimu mengatakannya, disaat sayap-sayap cintaku mulai melebarkan sayapnya.
Tapi apa mau
kubuat cinta tidak bisa dipaksakan ,karena cintaku ini cinta sejati berasal
dari hatiku terdalam. Mungkin dirimu tidak mencintaiku tapi mengapa dirimu
mengatakan kepadaku abang sudah kuanggap seperti abangku apakah tidak ada
alasan yang lain, sakit hatiku ternyata kesempatan yang dirimu beri adalah
palsu belaka karena dirimu menolakku sebelum diriku bisa membuktikan cintaku
padamu.
Aku tidak tahu
kapan rasa perih di hatiku ini bisa sembuh, karena aku tahu batas pada diriku
untuk menyembuhkan rasa ini sangat sulit dan butuh waktu yang lama ,itupun bisa
hilang jika aku tidak pernah bertemu denganmu dalam waktu yang sangat lama
sekali. Tetapi aku mengatakan padamu mungkin kita tidak jodoh tetaplah seperti
biasanya ,seperti adek pada abangnya padahal hati ini bersedih
Cintaku
mengapa dirimu datang pada hati yang salah, hati yang tidak bisa menerimamu,
hati yang membawamu ketengah samudra yang luas dan menenggelamkan sampai
kedasar. Sekarang diriku telah terluka. Aku tidak bisa membohongi diriku apakah
dirimu tidak bisa melihatnya aku bersedih aku………….
Ya Tuhan
bantulah aku dalam hal ini, mengapa ini terjadi berulang-ulang kepadaku apakah
ini karmaku, bahwa diriku harus merasakan berulang – ulang sakit karena cinta. Apakah
masih ada dilain waktu hal seperti ini kurasakan. Disaaat aku mencintai dengan
tulus ,dirimu memberikan hati yang salah bukan pasangan dari separuh hatiku, wanita
yang bukan berasal dari tulang rusukku.
Ya Tuhan
tolonglah aku dari kehampaan ini, selamatkan aku dari hancurnya hatiku.
Rapuhnya jiwaku menghilangkan semangatku, mengaburkan pandanganku .
Ya Tuhan
bantulah aku kuatkan hatiku agar aku tidak kembali lagi kejalan yang salah
menyakiti banyak wanita yang lebih banyak lagi, aku tahu ini adalah karmaku
tapi aku tetap manusia biasa yang pasti ada salah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar