Rabu, 02 Desember 2015

cinta pada hati yang salah


         
Hatiku pilu bagaikan teriris pedang bermata dua disaat dirimu mengatakan tidak bisa menerima diriku sebagai kekasih hatimu. Kenapa begitu lama dirimu mengatakannya, disaat sayap-sayap cintaku mulai melebarkan sayapnya.
Tapi apa mau kubuat cinta tidak bisa dipaksakan ,karena cintaku ini cinta sejati berasal dari hatiku terdalam. Mungkin dirimu tidak mencintaiku tapi mengapa dirimu mengatakan kepadaku abang sudah kuanggap seperti abangku apakah tidak ada alasan yang lain, sakit hatiku ternyata kesempatan yang dirimu beri adalah palsu belaka karena dirimu menolakku sebelum diriku bisa membuktikan cintaku padamu.
Aku tidak tahu kapan rasa perih di hatiku ini bisa sembuh, karena aku tahu batas pada diriku untuk menyembuhkan rasa ini sangat sulit dan butuh waktu yang lama ,itupun bisa hilang jika aku tidak pernah bertemu denganmu dalam waktu yang sangat lama sekali. Tetapi aku mengatakan padamu mungkin kita tidak jodoh tetaplah seperti biasanya ,seperti adek pada abangnya padahal hati ini bersedih
Cintaku mengapa dirimu datang pada hati yang salah, hati yang tidak bisa menerimamu, hati yang membawamu ketengah samudra yang luas dan menenggelamkan sampai kedasar. Sekarang diriku telah terluka. Aku tidak bisa membohongi diriku apakah dirimu tidak bisa melihatnya aku bersedih aku………….
Ya Tuhan bantulah aku dalam hal ini, mengapa ini terjadi berulang-ulang kepadaku apakah ini karmaku, bahwa diriku harus merasakan berulang – ulang sakit karena cinta. Apakah masih ada dilain waktu hal seperti ini kurasakan. Disaaat aku mencintai dengan tulus ,dirimu memberikan hati yang salah bukan pasangan dari separuh hatiku, wanita yang bukan berasal dari tulang rusukku.
Ya Tuhan tolonglah aku dari kehampaan ini, selamatkan aku dari hancurnya hatiku. Rapuhnya jiwaku menghilangkan semangatku, mengaburkan pandanganku .
Ya Tuhan bantulah aku kuatkan hatiku agar aku tidak kembali lagi kejalan yang salah menyakiti banyak wanita yang lebih banyak lagi, aku tahu ini adalah karmaku tapi aku tetap manusia biasa yang pasti ada salah.

Perih masih perih terasa kekosongan yang kembali menghantuiku, ceriaku kembali kupasakan menyosong pagi, pagi yang kelam dengan lembaran kertas yang tidak bisa lagi kutuliskan apa-apa tentang cintaku. Engkaulah semangatku yang menjadi kehancuranku. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar