Jumat, 29 Januari 2016

PENANTIAN

aku mampu menelusuri kelamnya malam
hanya untuk meraih bayanganmu
kau bagaikan fatamorgana
yang hanya tampak dikejauhan
sekarang kuterbelenggu dengan penantianku
bersama waktu aku sekarang hanya buku usang
dengan lembaran yang tidak ada lagi yang bisa dituliskan
terlalu lama kumenanti dalam kesendirian
entah sampai kapan menunggu
mungkin sampai raga ini mati

MENCAPAI IMPIAN

MENCAPAI IMPIAN
lewati batas imajine meraih yang ada di hayalan
cucuran keringat, dan bebatuan tajam mengiringi arah itu.
tak akan ku perdulikan lagi luka - luka yang telah menganga
karena rasa senang di hati telah mencapainya
hai kamu yang merasa hebat
telah sampai dimana kamu mencapai impian itu
jangan sesumbang engkau berbicara
biarlah waktu yang menjadi penentunya 


MALAM
malam tidak selamanya selalu menakutkan
di gelap malam akan ditemukan obat
melepaskan lelah menghilangkan penat
mengobati bathin dari rasa jemu
malam engkaulah pembatas waktu 
 tanpamu hari-hari seperti tidak berjalan
karena engkau ikut berperan dalam menentukan hari

HAKIKAT CINTA

hakikat sebuah cinta adalah hanya ingin melihat orang yang kita cintai bahagia
menyenangkan dia walaupun kita terluka
hakikat sebuah cinta sejati adalah mampu menyakinkan hati
walaupun sekarang dia bukan milik kita
dalam sebuah hakikat cinta
cinta itu tak harus memiliki.
demi sebuah komitmen dalam bercinta
semua rintangan yang jadi penghalang harus mampu kita lewati
karena dalam mendapatkan cinta sejati yang abadi memerlukan pengorbanan
harus mampu selalu tersenyum walaupun kita sedang menangis
harus mampu memberikan semangat walaupun kita sedang terpuruk
dukanya adalah duka kita
senyumnya membuat hari kita akan kembali indah
hakikat dalam cinta adalah dapat memahami
mampu menjadi pendengar yang baik dan selalu ada di setiap dia membutuhkan kita
dalam bercinta hanyalah dia segalanya
hidup kita seakan tiada arti tanpa melihat dirinya
dalam menjalankan hakikat percintaan
tanggung jawablah dan ihklaslah
biarlah Yang Maha Kuasa yang jadi penentunya

herman simangunsong
30 januari 2016

Selasa, 26 Januari 2016

sahabat

kau bukanlah kekasihku
tapi kau selalu menemani disaat ku susah
engkau bukanlah saudaraku
tapi kau selalu ada membantuku dimasa sulitku
bagiku engkau sangat berarti begitu juga aku bagimu
waktu dan masa kita lewati bersama
dari kecil hingga dewasa
tebarkan senyuman dan tidak biarkan ada menyakiti kita
sahabat ya engkaulah sahabatku
sahabat sejati yang tidak biarkan aku terluka
sahabat sejati yang akan selalu memaafkan
sahabat engkau bagaikan pelangi
mampu merubah suasana hatiku yang suram untuk sesaat
doaku untukmu sahabat jangan pernah ada dusta diantara kita

Senin, 18 Januari 2016

CINTA YANG TAK TERUNGKAPKAN

Aku mencintaimu tapi tidak pernah berkata apapun
menatapmu dari jauh dengan penuh harapan
suatu saat aku bisa memelukmu dan menyanyangimu dengan sepenuh jiwaku
tapi itu sekarang cuma jadi mimpi
karena dirimu telah semakin jauh, jauh dari pandanganku
perihnya hatiku bukan karena kepergianmu
tapi karena aku tidak pernah bisa mengungkapkan perasaanku kepadamu
tetesan airmata membasahi pipiku
kukepalkan tanganku dan kulayangkan keberbagai arah angin
sebagai tanda penyesalan diriku yang terdalam
andaikan aku punya keberanian ???
untuk mendekatimu, dan menatap matamu begitu dalam
supaya engkau tahu apa yang sedang kurasakan
tapi sekarang semuanya sudah terlambat
aku tidak tahu dimana dirimu berada
mencintai tanpa mengenal dirimu lebih dalam
kini hati ini cukup menyadari cinta tidak boleh ditunda untuk diungkapkan

Sabtu, 09 Januari 2016

MENUNGGU JAWAB ATAS CINTAKU


MENUNGGU JAWAB ATAS CINTAKU
BY: Herman Simangunsong
Kelelahan hati adalah menunggu jawabmu
Atas cinta yang ku ungkapkan
Masih adakah kesabaran dalam penantianku?
Aku tidak tahu sampai kapan ini
Berulang kali kata cinta ku ungkapkan kepadamu
Tetapi tidak pernah ada kata yang terucap dari bibirmu
Kegilaan ini terus menggerogoti pikiranku
Rasa malu jumpa denganmu karena belum ada balasanmu
Katakanlah tidak… jika memang tidak mencintaiku
Tapi jika kamu katakana ia
Aku janji tidak akan pernah menyakitimu
Janganlah engkau pertahankan egomu
Dengarkanlah kata hatimu
Karena kata hati dapat memperkuat tekadmu
Menolak atau menerimaku




KASIH YANG TELAH PERGI


KASIH YANG TELAH PERGI
BY: Herman.Simangunsong
To. Risma
Seperti baru semalam kita bersama
Melewati hari dengan penuh cinta
Duka yang ada kita bagi bersama
Saling mendukung kuatkan hati
Tapi sekarang semua telah berbeda
Hariku tidak lagi sama
Saat engkau telah pergi
Pergi meninggalkan ku dan dunia ini
Masih teringat tutur sapamu yang lembut
Senyummu yang selalu menghiasi bibirmu
Matamu yang indah menatap cakrawala
Telah redup meninggalkan kekelaman di duniaku
Engkaulah inspirasiku
Pemberi semangat saatku jatuh
Tuhan…
Kenapa engkau mempersatukan kami begitu singkat
Tiada lagi yang menggetarkan hatiku
Seperti dia yang telah pergi dan tak kan kembali lagi
Tuhan..
Engkau tahu dan akupun tahu
Dia begitu baik dan tak pernah mengeluh tentang hidupnya
Ampunkan hal – hal apa saja yang membuatmu marah
Cintaku …
Kita memang tidak ditakdirkan lewati masa kita sampai tua
Tapi yakinlah dengan hatiku
Bahwa dirimu tetap yang terbaik yang pernah mengisi kekosongan jiwaku

BUAT IBU


BUAT IBU
By. Herman.Simangunsong

Ibu…
Begitu besar kasih sayangmu
Memberiku arti hadir kedunia ini
Membuatku mengerti akan kasih sayang
Ibu…
Waktu terus berlalu
Tapi engkau tidak pernah lelah membimbingku
Membuatku berguna dihari besarku nanti
Ibu…
Tidak pernah engkau mengeluh
Menghadapi kerasnya dunia ini
Walaupun bebatuan menghalangi langkahmu
Untuk membesarkan kami anakmu
Ibu..
Kasihmu tidak dapat ku balaskan dengan apapun
Hanya baktiku berharap akan sehatmu
Ku ingin selalu ada di hari tuamu
Memelukmu, memegang tanganmu saat renta di masa senjamu

BUAT PARA WAKIL RAKYAT


Pak wakil rakyat pendusta
Herman siamagunsong  15/12/2015

Kepada siapa aku menyampaikan derita kami
Saat senyum sinis mulai terlihat
Saat luka - luka tak ada lagi obatnya
Seperti luka yang diberi asam
menyerang jiwa tak bersalah
Manakah janji yang diucapkan
Yang membuat lautan bergelora
Menghancurkan segala yang dilewatinya
Apakah tidak ada lagi???

Kepada siapa aku mengadu
Saat kejujuran tergeletak di selokan”
Bau busuk menyengat!!
Merantai jiwa memutuskan harapan

Kepada siapa aku mengadu..
Melihatmu mengekang nafas, menyesakan raga
Pakaian indah melekat bertuliskan penguasa
Wakil rakyat dewan yang terhormat

Padahal langit kita sama..
 Tak ada yang lebih hebat dan kuat
Tapi..kekuasaan menjadi senjata ampuhmu!
Senyum manis mu adalah kebohongan
Untuk mendapatkan dukungan rakyat
Kata- katamu adalah dusta
Kau berpaling setelah duduk di kursi dewan terhormat
Malu….
Tanamkanlah sifat malu dalam dirimu
Tanah air ini sudah lelah menegurmu
Kau tetap bangga atas penghianatanmu